Hebat! Kurang Dari 24 Jam, Polres Indramayu Berhasil Tangkap 2 Pelaku Perampokan Taksi Online. Mereka Terancam Hukuman Mati!   

TERSANGKA. Dua orang pelaku perampokan taksi online di Bekasi berhasil ditangkap jajaran Polres Indramayu, Jawa Barat. Mereka diketahui bernama AS (24) warga Desa Jatisari, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan dan AP (20) warga Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
TERSANGKA. Dua orang pelaku perampokan taksi online di Bekasi berhasil ditangkap jajaran Polres Indramayu, Jawa Barat. Mereka diketahui bernama AS (24) warga Desa Jatisari, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan dan AP (20) warga Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

INDRAMAYU, BRITAIN – Hebat! Jajaran Polres Indramayu, Jawa Barat akhirnya berhasil menangkap  dua orang pelaku perampokan dan pembunuhan sopir taksi online asal Bekasi, Budi Santoso (54).

Dua orang pelaku diketahui bernama AS (24) warga Desa Jatisari, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan dan AP (20) warga Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Kedua pelaku terpaksa ditembak kakinya, arena saat ditangkap sempat melawan dan membahayakan petugas.

“Saat petugas melakukan penangkapan, tersangka berusaha untuk melarikan diri dan  mencoba untuk melawan petugas. Karena membahayakan jiwa petugas sehingga petugas kami melakukan tindakan tegas terukur, dengan menembak pada bagian kaki,’’ kata Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregarm saat menggelar konferensi pers, Senin 3 Juni 2024.

Fahri mengungkapkan, jajarannya berhasil menangkap kedua pelaku pada Kamis 30 Mei 2024  sekitar pukul 03.00 WIB. “Jadi Alhamdulillah, dalam waktu  kurang dari 24 jam kita berhasil menangkap kedua pelaku,’’ katanya.

Kapolres mengungkapkan, para pelaku membunuh korban dengan cara keji. Mereka menjerat leher korban menggunakan tali kopling. Selain itu, pelaku juga memukul kepala korban menggunakan gagang pisau dan bagian besi pisau. Baik tali kopling maupung pisau itu sebelumnya sengaja mereka siapkan sebelum menjalankan aksinya.

Para pelaku menghabisi nyawa korban di daerah Cibitung, Bekasi. Semula, para pelaku berniat membuang jenazah korban di daerah Karawang. Namun karena situasinya ramai, pelaku memutuskan untuk membuang jenazah korban di kawasan hutan Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, hingga akhirnya kemudian ditemukan oleh warga.

Ditambahkan, dari hasil interogasi, yang berinisiatif pertama untuk melakukan pencurian adalah AS. Menurutnya, AS mengaku tertekan karena banyak hutang dan kebutuhan lainnya. Akhirnya, AS mengajak AP untuk melakukan pencurian, denga modus operandi menghubungi layanan taksi online.

‘’Dari hasil pemeriksaan, AS sudah mempersiapkan tali kopling dan pisau. Tali kopling diperoleh dari tempat kerjanya di bengkel dan pisau disiapkan dari rumahnya,’’ kata Fahri.

Fahri menyatakan, tersangka AS dan AP dikenakan pasal 340 KUHP dan atau 339 KUHP dan atau pasal 365 KUHP. Adapun ancaman hukumannya pidana mati atau hukuman penjara paling lama 20 tahun.

Sementara itu, Nurhasanah (44),  istri sopit taksi yang menjadi korban perampokan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Indramayu, yang berhasil menangkap para pelaku dalam waktu singkat. Ia pun berharap pelaku diberi hukuman yang setimpal.

“Terima kasih kepada jajaran Polres Indramayu yang telah berhasil menangkap pelaku. Tolong kasih hukuman yang berat,” harapnya.(oet)

 

Berita Indramayu

Pusatnya berita indramayu

Related posts

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11

Recent News