Wanita Pemilik Agen BRILink Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Jadi Korban Perampokan

Foto Maesaroh (50) pemilik agen BRILink asal Desa Tenajar Kidul Kecematan Kertasmaya Kab Indramayu yang ditemukan tewas beredar luas di medsos (kiri). Kanan, Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar. (UTOYO PRIE ACHDI)
Foto Maesaroh (50) pemilik agen BRILink asal Desa Tenajar Kidul Kecematan Kertasmaya Kab Indramayu yang ditemukan tewas beredar luas di medsos (kiri). Kanan, Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar. (UTOYO PRIE ACHDI)

INDRAMAYU, BRITAIN – Maesaroh (50, warga Desa Tenajar Kidul Blok Mencos RT 022 RW 005 Kecamatan Kertasmaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ditemukan tergeletak tak bernyawa, Senin 4 Maret 2024, di rumahnya.

Warga sekitar dibuat geger, karena saat ditemukan korban bersimbah darah. Ada beberapa luka di tubuhnya. Mereka menduga telah terjadi aksi perampokan terhadap Maesaroh, pemilik toko sekaligus agen BRILink tersebut.

Korban ditemukan sudah tergeletak sekitar pukul 14.00. Berawal saat tetangga korban, Sanuki (52), hendak transfer uang di BRILink milik Maesaroh, namun ternyata masih tutup.

“Karena masih tutup kemudian saya masuk lewat pintu depan dengan membuka kunci slot pintu depan rumah korban, “” ungkap Sanuki.

Sanuki pun memanggil-manggil nama korban sambil berteriak-teriak. Namun tak ada jawaban. Sanuki lalu mencoba masuk ke dalam rumah ke arah kamar mandi.

Sanuki terperanjat, melihat korban Maesaroh tergeletak telentang di lantai. Mukanya bersimbah darah.

Dalam keadaan panik, Sanuki memanggil warga lainnya, Surina (51) dan Muntaha (38), untuk memberitahukan kejadian itu, lalu memberikan pertolongan. Ternyata korban Maesaroh sudah tidak bernyawa.

Sekitar pukul 14.5, salah seorang warga melaporkan kejadian tersebut ke polsek Sukagumiwang Indramayu.

Setelah menerima laporan dari Masyarakat Tenajar Kidul, Kapolsek Sukagumiwang, Kompol Ginting Sumantri beserta jajarannya, segera mendatangi rumah korban dan langsung melakukan olah TKP.

Selanjutnya petugas mengumpulkan bahan keterangan, menanyakan sejumlah saksi dan mengambil barang bukti di lokasi.

Kapolres Indramayu, AKBP Fahri Siregar, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut. Fahri menyebut ada beberapa barang berharga korban yang hilang.

“Belum bisa dipastikan ada uang yang hilang, yang pasti ada beberapa barang yang hilang tapi nanti kita pastikan lebih lanjut apakah barang tersebut hilang atau tidak pada tempatnya, ada beberapa yang terlihat seperti telah dirusak juga,” kata Fahri kepada sejumlah wartawan, di Mapolres Indramayu, Senin 4 Maret 2024 malam.

Fahri mengatakan, ditemukan luka pada jasad korban. Meski begitu polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian Maesaroh.

“Pada saat melakukan olah TKP memang ada beberapa luka-luka yang ada di tubuh korban tapi nanti akan lebih detail saat dilakukan autopsi. Dugaan sementara belum bisa dipastikan menggunakan senjata tajam atau benda tumpul,” ujarnya.

Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Kabupaten Indramayu.

“Saat ini kami masih mengumpulkan alat bukti termasuk juga tadi kita sudah melakukan olah TKP dan jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan autopsi,” ucapnya.(oet)

 

Berita Indramayu

Pusatnya berita indramayu

Related posts

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11

Recent News