Melestarikan Budaya Ngarot, Menumbuhkan Ekonomi Lokal

NGAROT. Kuwu Desa Lelea, Raidi beserta istri dan gadis Ngarot.Tradisi Ngarot di Desa Lelea Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu masih terus dilestarikan. Karena Ngarot juga menjadi magnet ekonomi. (FOTO UTOYO PRIE ACHDI)
NGAROT. Kuwu Desa Lelea, Raidi beserta istri dan gadis Ngarot.Tradisi Ngarot di Desa Lelea Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu masih terus dilestarikan. Karena Ngarot juga menjadi magnet ekonomi. (FOTO UTOYO PRIE ACHDI)

 INDRAMAYU , BRITAIN – Satu bulan lagi tradisi Ngarot akan kembali digelar di Desa Lelea Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Sebagai kekayaan budaya, Ngarot memang unik dan menarik. Sehingga selalu dinantikan kehadirannya setiap tahun. 

Lebih dari itu, Ngarot adalah pestanya rakyat. Ratusan pedagang akan hadir di momen ini. Mulai dari pedagang makanan (kuliner) hingga mainan. Juga aneka hiburan rakyat, dari komidi putar hingga musik dangdut. 
 
Ngarot benar-benar menjadi magnet ekonomi. Karena pengunjung yang hadir bukan hanya dari desa setempat, namun juga desa dan kecamatan lain. 
 
Mereka bukan hanya ingin melihat tradisi Ngarot, tapi justru ingin menikmati pasar, malam, menikmati musik dangdut, menikmati martabak manis. Menikmati kegembiraan. 
 
Ngarot rutin dilaksanakan setiap tahun, pada minggu ketiga bulan Desember. Merupakan acara menyambut musim tanam rendeng (musim penghujan), dengan melibatkan muda mudi (jejaka dan gadis ngarot). 
 
Gadis Ngarot akan dirias dengan mahkota bunga kenanga serta aneka bunga warna warni di kepalanya. Cantik dan menarik. Sementara Jejaka Ngarot memakai pakaian komboran warna hitam. 
 
Kuwu (Kepala Desa) Lelea, Raidi mengatakan, tradisi Ngarot akan terus dilestarikan. Karena Ngarot merupakan warisan budaya tak benda yang sudah diakui keberadaannya. 
 

Tradisi Ngarot memiliki arti ucapan syukur terhadap datangnya musim tanam. Masyarakat Lelea memiliki ungkapan syukur yang khas dalam menyambut musim tanam yaitu dengan Ngarot. Upacara Adat Ngarot selalu dilaksanakan pada bulan Desember pada minggu ke-3 dan selalu dilaksanakan pada hari Rabu karena dianggap keramat.

Tradisi ini hanya diikut oleh pemuda-pemudi yang masih perawan dan perjaka. Berdasarkan buku sejarah Desa Lelea, Tradisi Ngarot bermaksud mengumpulkan para pemuda-pemudi yang akan diberi tugas bertani. Intinya adalah para pemuda-pemudi akan saling bekerja sama dan gotong royong mengolah sawah. 

“Tradisi Ngarot bertujuan untuk membina pergaulan yang sehat, agar saling mengenal, saling menyesuaikan sikap, kehendak, tingkah laku, yang sesuai dengan adat budaya, ” kata Raidi. 

Sementara salah seorang warga setempat, Sarnadi (45) berharap Ngarot kembali digelar tahun ini. Karena Ngarot bukan sekadar tradisi yang harus dilestarikan, namun sudah menjadi “pesta” nya rakyat. 

“Ngarot ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat, juga para pedagang yang ingin berjualan, ” ungkapnya, Rabu 5 November 2025.(oet) 

A

Berita Indramayu

Pusatnya berita indramayu

Related posts

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11

Recent News